Lanjutan obrolan bersama Ade Purnama, bassis Pure Saturday. Selamat menikmati...
***
Ngelanjutin yang kemarin: apakah lagu-lagu barunya dibuat dari nol khusus buat album ini, atau nyolong stok buat album 4?Ade: Khusus. Itu bener-bener lagu fresh.
Sesuai tebakan gue sih, soalnya duluuuu banget pas gue nanya ke Udhie kira-kira bakal kayak gimana album 4, dia bilang "Meshuggah campur Cure diguyur Genesis."Tambah Rush ama Iron Maiden dikit.
Tapi ya menurut gue sih dua lagu baru ini nggak sesuai deskripsi itu. Berarti emang dibikin lebih kayak album 1-3?Mmm...kalo kemungkinan nya sih iya, cuman bisa lebih komplex juga kali yah..hehehehe. Gue pribadi, gue lebih "mood" utk bikin lagu yg lebih ke art rock gitu sih..hehehhe.
Yah kalo dibandingin sih, "Spoken" lebih art rock dibanding "Pagi."Emang. "Pagi" itu jauh lebih instan dibanding "Spoken." Kalo diitung-itung, paling cuman makan waktu setengah hari buat bikin lagu "Pagi" mah. Cuman emang konsep aja yg udah rada kebatang mah.
Yang bikin lirik keroyokan?Iya. Banyaknya sih Suar, Iyo ama gue. Adhi dan Udhie supervisi, si Arief ngurusin acara kawinannya.
Kalo album-album sebelumnya gimana?Wah, tergantung lagunya dulu yang mana.
Mulai dari awaaaaaal deh. "Silence"?Gua.
Itu tentang apa?Menurut lu tentang apa?
Yang gue tangkap sih ketakutan terhadap sesuatu, tapi sesuatu itu yang gue kagak tau.Hehehhee. "Sesuatu" = "hidup".
Itu ditulis pas pada umur berapa? 18-19 tahun ya?Mmm...taun 94 apa yah? Lupa lagi gue. Ya antara 94 - 95an. Berarti umur gw berapa yah?
31 bukan?Iye.
Kalo 94-95 berarti ya 18-19.Nah ya itu berarti.
Ketakutan terhadap pendewasaan?Mmm...ngga. Hidup aja.
Ketidakpastian, dan lain-lain?Mmm...keknya salah satunya itu yah.
Baiklah...berikutnya, "Kosong."Urutannya begini Sief...ntar yah..gue coba inget-inget dulu. Duh gue ga inget lagi. Pokonya gini..lagu-lagu "Silence," "Kosong," "A Song," "Bangku Taman"...
Itu satu tema, 'kan.Iya, intinya begitu. Pokonya, temanya dari mulai kesendirian, left aside, depresive, suicidal, begitu lah.

Kalo ga salah puncak nya itu lagu "A Song," eh sori, "Kosong."
Puncak kegalauan?Sebenrnya sih ga galaw. Kalo menurut gue, depresif itu ga harus galaw. Makanya ada lagu "A Song," yang judul aslinya "I'm Here for My Last Breath."
Dalam arti...siap untuk mati?Supposed so.

Tapi untungnya, mungkin karena liriknya terlalu "absurd" dan musiknya yang kedengeran "ceria," banyak yang menginterpretasikan kalo lagu "A Song" itu lagu cinta. Ya sukurlah.
Itu semua lo yang bikin liriknya?Untuk lagu-lagu itu iya. Lagu "Desire," "PW," "Labirin," "Open Wide," "Simple" bukan gue.
Itu siapa?"Desire" Suar, "PW" Suar, "Labirin" gue lupa, "Open Wide" Uci Kubik, "Simple" Sarah, "Coklat" Suar.
Sarah siapa?Ada temennya anak-anak dulu, sodaraan ama si Udhie dan Adhi.
Terus yang lagu-lagu lo itu emang curhat pengalaman pribadi atau lebih ke imajinasi?Ooh, campuran Sief. Dasarnya sih pribadi, pengalaman riil dan fiktif juga, terus ngembang ke apa yang gue liat dan rasa sehari-hari, ketambah referensi dan influence dari lagu-lagu yang gue denger. Terus, ya imajinasi juga. Oh, kalo lu mo tau, ada beberapa lagu yang waktu gue bikin lirik-lirik itu bener-bener jadi influence dan referensi gue.
Apa aja tuh?The Cure - "Boys Don't Cry" dan "Pictures of You," Katon - "Dinda," Iwan Fals - "Semoga Kau Tak Tuli Tuhan," Suicidal Tendencies - "Alone," Electric Love Hogs - "Keep Getting Up"...itu semua mewakili deh kayaknya.
Wets, Katon...Wah, gue dulu selalu dengerin lagu-lagunya Katon kalo lagi bikin lirik, ya terutama lagu "Dinda" itu, ama "Negeri di Awan" lah. Tapi "Dinda" oke banget..Gue suka pemilihan kata-katanya.
Gue belum sempat perhatiin lirik "Dinda"...keburu ilfil ama videoklip Katon naik Harley dengan rambut gondrong mas-masnya...Oh masih ada: Marillion - "Script for the Jester Tears" ama Genesis - "Supper's Ready." Sebenernya masih banyak, Sief, cuman yang gue inget itu yang intens gue dengerin. Yang satu ga masuk...pindah ke lagu laen ampe muter balik lagi ke yang pertama.
Kalo "Enough" bikinan siapa?Mmm...itu Suar ama gue kalo ga salah.
Lagu anti-perang?Ya begitulah. Sebenernya sih tentang perang, stop the war stuff.
Perang apa? Serbia-Bosnia?Any perang lah.
Apa yang mendorong lo buat nulis tentang itu?Tentang perang? Yang pertama, menurut gue waktu itu tema itu paling cepet dan gampang untuk dijadiin lirik. Bahasannya luas, terus tema tentang perang itu selalu bisa diterima. Gue sendiri ga punya encouragement tertentu buat bikin tema-tema perang.
"Desire?" Lagu cintanya Suar?Sort of. Gue sama sekali ga terlibat di lagu itu, selain urusan komposisi musik.
Biasanya kalo lo, Suar atau siapa kek ada yang bikin lirik, maknanya harus dijelasin ke anak2 lain?Kalo sekarang iya, dulu ngga. Mulai
Elora lah, lebih terkonsep.
Berarti dulu anak-anak gak ada yang tau lirik lo tentang apa, dan begitu juga sebaliknya?Sebenernya sih tau tapi ga terlalu dalem. Biasanya gue kalo ditanya "liriknya tentang apa nih?", gue ngejawabnya nge-refer ke lagu-lagu tertentu. Kayak "Lagu 'Silence' tentang apa?" "Yah kayak lagu 'Fairy Tales of Slavery' - Miranda Sex Garden." Biasanya anak-anak mengartikan sendiri.
Lanjut...tahu "Simple," "Coklat" dan "Open Wide" tentang apa? Silakan jelaskan.Baik. Lagu "Simple" dan "Open Wide" itu sama ama lirik-lirik yang gue buat, cuman dari perspektif yang beda dan tidak terlalu menjurus ke "depresif." Intinya sama...tentang kehidupan. Kalo "Coklat" ya manusia-manusia coklat itu.
"Coklat dimakan"...emangnya mereka diapain?Hehehehe, gue suka pertanyaan ini. Coklat dimakan = dideketin...dibaekin. Ngelunjak.

Believe it or not, "karma" lagu itu terjadi di keseharian usaha warnet gua Sief...wakakakakaka. Coklat dimakan...malah melawan...jadi pahlawan.
O ya? Gimana ceritanya?Wakakakakakakkakaak. Cerita itu ntar aja deh bos. Panjang. Pokonya...coklatnya dateng....dimakan..nglunjak...jadi pahlawan. Next time deh gw ceritain

, soalnya itu happening on and on and on....and on.
Baiklah...lanjut ke album "Utopia." "Banga?""Banga" itu cerita kebakaran hutan. Eh, ralat, "pembakaran" hutan.
Siapa yang bikin liriknya?Ogut bos
Waktu itu emang lagi kebakaran hutan gede ya?Ngga, gue mendadak ke-ide-an aja bikin lirik tentang itu. Emang sih ada kebakaran hutan gede kalo ga salah, tapi ga bertepatan ama pas gue bikin lirik.
"Di Bangku Taman" udah disinggung di atas ya.Udah. Lagu itu idenya dari tukang sapu jalan.
Lagi duduk di bangku dan berkontemplasi?Iya, lagi duduk jam 1/2 4 subuh, dan gue berusaha masuk ke suasana itu.
Kok jadinya siang?Itu pengandaian, antara kalo berkegiatan siang sama malem. Apa gue prefer siang ato malem, mana yang lebih enak. Ngerti ga maksudnya?
Apakah lebih enak hidup di malam hari kayak si tukang sapu atau siang kayak orang-orang pada umumnya?Sort of. Lebih tepatnya, lebih enak mana? Hidup siang hari ato malem hari?

Kenapa orang-orang yang hidupnya malem keseringan di-"asumsikan" negatif? Apa karena maling, WTS dan yang sejenisnya beroperasinya malem? Terus tukang sapu yang kerjanya malem gimana?
Lanjut..."Langit Terbuka Luas..."Mmm...itu sapa yang bikin yah? Owh, sebenernya sama; lagu itu aslinya basa English. Gue yang bikin tapi trus diganti jadi pake lirik Indonesia. Itu sih lagu riang, tentang pertemanan and stuff.
Teman yang sedang berjauhan?Mmm...ga inget gua. Liriknya gmana sih? Ooh iya, pertemanan secara umum. Mungkin berjauhan.
Yang tadi gue tarik dari "Bernyanyilah suatu saat kita akan berjumpa"Ya salah satunya itu. Cuman ungkapan kalo pertemanan selalu ada. *halah*
"Later the Saddest World Down." Mulai dari judulnya, soalnya gue dari dulu bingung apa artinya.We'll be happy...soon!

Anggap kata-kata itu diucapin ke orang yang lagi sedih.
Siapa yang bikin?Gue lagi.
Pengalaman pribadi juga?Ya gitulah. Anggap kalo kata-kata itu ga ada yang ngucapin ke kita, say it to yourself.
Lanjut..."Belati."Anjrit, ampir lupa gue ada lagu itu. Ini lagu absurd, deep and dark.
Lo yang bikin juga?Hehehe.

Keknya serakah banget gue yah?
Yah setiap orang ada perannya masing-masing.Indeed bos.

Lagu "Belati" itu = kematian.

Ga usah dijelasin too far yah...rada males gue ngbahas lagu ini nih. Pokoke...ini versi "gelap"-nya "A Song" lah.
Yup...tapi sejauh ini kesannya lo terobsesi ama kematian, hehe.Was.
Masa-masa bujangan ya? Hehe.Yuu.
Lanjut..."PW."Itu lagu cinta deh kayaknya.Yah at least...romansa-romansa gitu.
Suar?Tul.
Lanjut..."Labirin."Suar juga.
Tentang?Hidup dan mati.
Kayaknya lagu ini yang paling terasa dari segi tema hidup mati itu, soalnya yang lainnya kan lebih riang dan abstrak.Gue ga terlalu apal lirik lagu ini, tapi gue paling menikmati maenin lagu ini.
Salah satu favorit gue juga sih. Tujuh menit yang tak terasa.Thx.
Berikutnya..."Sirkus."Haaa...ini lagu yang liriknya paling gampang kalo menurut gue. Ini cuma tentang gimana susahnya mau hidup dengan "baik dan benar," soalnya untuk jadi kayak gitu ga ada guidebook-nya. (Jangan disangkut pautin ama kitab yah).
Makanya "susah jadi pahlawan" ya? "Yang didapat omelan dari yang menang" - yang menang ini ceritanya siapa? Orang tua?Orang tua, orang yang lebih pinter, orang-orang yang lebih kaya, orang-orang yang lebih beruntung, orang-orang yang lebih bego tapi lebih beruntung.
Terus orang-orang yang menang ini bawaannya menggurui orang-orang yang "salah"?Orang-orang "yang dianggap" salah.
Padahal mereka belum tentu benar atau "dianggap" benar juga?Kecenderungannya kan begitu. Bukan pakem...tapi kecenderungannya begitu.
Lo yang bikin juga?

Berikutnya..."Gala." Kayaknya ini seputar hidup mati juga...Ga jauh lah. "Tidurlah tenang, hias mimpimu benderang." End of the story.
Lo juga?
"Kaca?"Aaahh, ini sih lagu "politik" kali yah.
Tampaknya begitu.Hehehe. Ini sedikit keluar dari pattern pembuatan lirik a la gue.

Eh...BTW coba cek
blog gue, jadi lu bisa tau "pattern" gue kalo bikin tulisan kayak gimana. Lanjut yes?
Sip. Album 3: "Buka."Persahabatan. Close friends, true friends, good friends. Long lost close true and good friends.
Pas pertama kali denger gue nangkapnya itu menggambarkan keadaan PS setelah sekian lama menghilang.
Iya, PS dan surrounding-nya. Friends and families and relatives.
Kalo gak salah pembuatan lirik di album ini lebih banyak keroyokan ya?Iya, karena anak-anak - termasuk gue - pengen keluar dari pakem-pakem pembuatan lirik yang keluar dari kepala gue.

Cuman, tetep aja masih banyak lirik-lirik album 3 yang dasarnya datang dari gua. Jadi kalo lu jeli...lu mestinya bisa nebak lagu-lagu apa aja.
Lanjut..."Nyala."Simply about life. Bayanginnya gini deh kalo lagu "Nyala": dari bayi...................................ujungnya..mati.

Ada awal...ada akhir. "Dan pada akhirnya semua..akan berterbangan."
Berarti ini lagu lo ya? Hehe.Sebenernya awalnya Suar yang ngasih dasarnya. Gue tambah-tambahin, terus digarap ama anak-anak. Waktu Suar ngasih awalannya, blom jelas lagunya mo lari ke mana. Ya gue kasih batu bata, lah dikit-dikit ampe udah keliatan bentuk bangunannya, ama anak-anak ditembok.
Overall, sebanyak apa keterlibatan Suar di album 3? Terutama dari segi pembuatan lagu, ya.Mmmm...kalo secara keseluruhan...musik...lirik...rekording sekitar 45%-an lah.
Lagu yang dia gak terlibat sama sekali yang mana?Mmmm..."Awan," "Buka," "Pulang." Kalo ga salah sih itu. Ga begitu inget gue.
Lagu-lagu itu dibikin belakangan ya?Kayaknya iya. Yang paling terakhir sih "Buka." Yang laen gue lupa.
Terus Iyo ngapain aja selain nyanyi? Kalo gitar akustik 'kan lo atau Suar yang ngisi...Ya cuman nyanyi doang...main dan backing vocal. Kalo pembuatan, dia juga ngasih input buat komposisi lagu dan nada vokal.
Dulu lagu-lagunya sempat ada yang jadi pas Suar belum cabut, sebelum Iyo resmi jadi vokalis?Mmm...belom. Semuanya beres pas Iyo udah jadi vokalis, termasuk lagu "Elora" yang 30% part-nya dibikin jaman rekaman album 1. Eh sori, bukan "Elora" - "Tutur Gelap."
Jadi sebelum Iyo ganti Suar lagu-lagunya belum ada yang jadi?Mm..belom seinget gue sih. Paling-paling juga sekitar 60%-an, tapi gue lupa juga sih lagu yang mana.
Baiklah..."Sajak Melawan Waktu."Sama, tentang kehidupan. Ada istilah bahasa Sunda: "nasib berbalik semudah ngorong."

Ngerti maksudnya kan?
Ngorong apa?Ngupil .

Detik ini bagus, detik berikutnya...who knows?
Siapa yang bikin?Mmm...anak-anak sih basically. Oh, awalnya dari Suar juga deh kalo ga salah. Apa gue yah?
Kayaknya Suar, soalnya kurang depresi.Could be.
Eh tapi bisa lo juga sih: "Kehampaan di dalam hati kita."Aaahhh...itu Suar for sure.
Hmm gue harus banyak membedah.Sama bos.
Lanjut..."Awan."Ini lagu cinta. Temanya percintaan, hubungan laki-laki ama perempuan.
"Di atas awan ku tertidur" - itu maksudnya menggambarkan perasaan orang yang lagi jatuh cinta?"Hanya bersamamu ku kan tertidur." Obvious kan?
Bikinan siapa?Yang pasti bukan gue.

Siapa jelas nya...gue ga inget. Terlalu banyak tangan dan kepala...dan perasaan...wakakakakka.
Lanjut..."Elora."Menurut lo apa?
Hidup mati lagi?Ga pake mati deh kayaknya. Lika liku kehidupan dan pertemanan. *halah*
Yang "terbawa angin dan menghilang" itu apa?Hatred.
Lirik oleh...?Ampir 50%-nya gue.
Lanjut..."Mereka."Ini sama ama lagu "Kaca," sedikit berbau "politik."
Pertanyaan standar: siapa "mereka"?Siapa yah? Foe..enemy...setidaknya yang "kita" anggap musuh, tapi tidak melulu "orang."
Bisa keadaan juga?Bisa jadi. Benda ato apapun itu. Mereka in general lah.
"Selalulah tertawa" - siapa yang tertawa?Yang berada di posisi "kita."

"Siapapun" yang berada di posisi "kita."
Mentertawakan "mereka"?Precisely.
Lirik oleh?Mmm...anak-anak deh keknya barengan.
"Adalah Jejak & Arah"?Wah, lagu ini gue ga tau. Liriknya ga inget gua...kecuali bagian yang... "kembaliiiiiii....." soalnya gw ngebaking di situ.
Refreshing dikit: "Sesaat kuikuti / Kutundukkan kepalaku / Terdiam dan terduduk / Mata yang terasa lelah." Aaahhh iya. Itu part nyanyi awal yah?
Yup.Still, doesn't ring any bell.

Gue ga inget ngegarap lagu ini.
Tentang apa juga gak inget?Nope.

Tapi keknya ga jauh dari yang udah-udah deh.
Kehidupan juga ya?
Sort of lah.
Kalo gue perhatiin kayaknya keliatan itu bukan lagu lo...Mungkin yah. Wong gue ga inget momen-momen bikin lirik lagu ini.
Ya sudah, kita lanjut aja. "Di Sana."Ini tentang perjalanan. Maksudnya, perjalanan untuk mencapai sesuatu. Gimana yah ceritanya? Bingung gue.
Coba jelasin "saat damai kuraih sunyi pun hilang."Sebenarnya, pas gue bikin bahan buat lirik lagu ini, awalnya gue pengen bikin sesuatu yang riang. Tapi pas mix ke musik, kebawa ama suasana musiknya. Jadi rada-rada "galaw" gitu. "Saat damai kuraih sunyi pun hilang" = achievement...satisfaction.
Gue berasumsi ini lagu dari lo?Yep. Inti lagu ini ya perjalanan itu tadi. Different path...different direction.
Dan apa yang ada "di sana" baru terjawab saat udah melakukan perjalanan itu?Achievement...satisfaction.

Yaaa..ga selalu harus "satisfy" sih. Tapi...optimis lah dikit...masa mo depresi terus?

Entar gue disangka sakit jiwa lagi...wekekekekeke.
Lanjut..."Tutur Gelap."Ini sambungan lagu "Di Sana."
Perjalanan juga?Lebih detail. What's on it when we are moving in different directions. True love can turn to hate.

Kek gitu lah. Susah gue neranginnya euy.
"Hingga tiba saatnya nanti"...apa yang dinantikan?Achievement...satisfaction. Told you already.
Lo yang bikin juga?Yaaa..50% lah. When we are moving in different directions, true love will have to wait. Gileeee....wisdom banget ya gua....wakakakkakaka.

Lu tau John Denver?
Tau. "Take Me Home, Country Roads."Yep...that's the one.

Nah, itu sumber inspirasi gua paling besar.
Dari dulu?Dari pertama gua tau musik ampe sekarang. Yang bikin gue pengen maen gitar..maen musik...bikin lirik...bikin lagu, ya dia itu.
Semoga dia gak bikin lo takut naik pesawatNaek pesawat ngga. Ketinggian iyah.
Lanjut..."Pulang."Halah..ini lagu "ceramah." How to live a good life and not to be unhappy. Damn...sok tau banget yee.
"Ada saat harus berhenti" - mati?Weeeiiisss, bukan bos. Berenti itu ga selalu mati. Mengalah...rehat...take a break...slow down...give yourself a chance.

Kan...belakangnya ada lagi: "teruslah berjalan..."
Iya, makanya gue nafsirin terus berjalan sampai tiba waktunya berhenti.Hahahahahhaa. Betul juga. "Ada saatnya..." Kalo belom saat nya...terus aja.
Lagu lo juga?Mmm..sedikit sih. Biasa, mentahnya doang.
Tibalah di 2007..."Spoken?"Mmm...ini sih generally tentang si PS. Ya begitu lah.

Di lagu ini gue cuman nyumbang lirik pas bagian yang "Oooo...the story is out of line / We should put it up again / Something has been made out / The brightening day shall arrive."
"A word can hold the secret of the universe..." - tentang pentingnya berkomunikasi?Mmm..lebih ke berhati-hati dalam berbicara. Satu kata artinya bisa besar.
Berarti...PS banyak ceplas ceplos?Manusia mana yang ngga? Cuman kadar dan tingkat kesadarannya aja yang beda.
Yup. Gue termasuk yang lebih ceplas ceplos, hehehe.Hehehehehe. Banyak yang lebih "lebih" kali, Sief. Manusianya sadar apa ngga, that's what matters.

Masih ada bos?
"Pagi" udah ada penjelasan di blog lo.Aaaahhh...betul. Time saving...hehehehe.
Berarti cukup dulu. Makasih telah menemani di jam dini hari.Hehehhee. Gue harus cepet-cepet tidur sebelom bini gue bangun.
Ya sudah, terima kasih atas cerita-ceritanya.Oks, no worries.
***
Terima kasih banyak kepada Ade Purnama atas waktunya. Nantikan Time for a Change...Time to Move On di pertengahan bulan ini.